Memilih Mana: Cinta Pencipta atau Cinta Cinta?

Bagi saya yang rajin menjadi pengunjung gereja setiap minggunya, judul diatas pasti menjadi sungguh kontroversial. Pemeluk agama, siapapun mereka, pasti tanpa berpikir panjang akan menjawab lugas: “saya memilih mencinta Pencipta saya.” Jawaban berikut adalah lumrah; dimana menurut saya, sejatinya jawaban seperti apapun adalah lumrah. Saya bukan berkapasitas menilai benar atau salah atas pilihan orang lain. Di Indonesia, fenomena seperti ini …

Mengenai Pernikahan

Terketuk saya membaca sebuah lafalan mengenai #somedayiwillgetmarried yang sempat booming beberapa waktu lalu di linimasa Path saya. Pernikahan merupakan sebuah momen yang mendadak begitu sering saya dengar frasanya. Salah satu alasan sederhana saja: umur saya kini bertransformasi menuju seperempat abad, sehingga menikah adalah budaya yang normal terjadi. “Aku, kalau mau menikah mah gampang aja. Tinggal tunjuk cewek-cewek …

Belajar Mengeja Belajar

Sekali lagi saya belajar untuk menkaji kata belajar sekaligus mematahkan idiom bahwa hidup adalah lingkaran pelajaran yang membosankan. Nyatanya, pelajaran hidup tidak pernah habis dan itulah yang membuat berwarna. Pada sebuah siang menyenangkan, ditengah hari libur dari penat pekerjaan, saya diharuskan menjaga hati (serta emosi) mendengar sebuah kejujuran dari seorang laki-laki berkepala tiga yang belakangan bertransformasi menjadi teman bincang menyenangkan. “Jadi …