4 Tempat Menarik (Versi Saya) di Bali

4 Tempat Menarik (Versi Saya) di Bali

Bali tidak pernah gagal membuat para wisatawan untuk dapat menemukan titik-titik baru yang menjadi mangnet pengunjung setiap tahunnya. Tahun 2017 lalu, hampir empat kali menginjak Pulau Dewata, saya takjub dengan bagaimana Bali menawarkan euforia lewat wisata alam ataupun kafe-kafe yang–kalau kata anak jaman sekarang–sangat Instagramable. Bukan Travel Blogger atau Food Blogger, tapi tempat-tempat ini simpel memberikan…

Mengenai Meregang (Versi Saya)

Mengenai Meregang (Versi Saya)

Saya rasa mengunjungi Ubud beberapa waktu lalu membuka (lagi) sedikit pemahaman terhadap hidup. Salah satu highlight-nya adalah membaca ulang salah satu laman blog dari penulis sekaligus editor favorit saya, Windy Ariestanty mengenai Meregang (baca tulisannya disini). Saya kenali tulisan ini setengah dekade lalu, namun pemahaman menyeluruhnya baru didapatkan ketika saya sedang menikmati matahari pagi pada balkon…

Monsieur

Monsieur

Beyond right and wrong, we met on inadvertency. In the middle of inability to feel something, I identify the possibility of you. I took a glimpse, depth to your complexion; to the essential habit which is known only by yourself. Odd is, the possibility still there even more solid. I accept who you are whilst I am…

Surat Dari Hati Seorang Wanita Yang Terluka Dan Memilih Menepi

Ini mengenai suara hati seorang wanita yang tidak terpilih secara rupa, dan memilih menepi. Buat Anda yang merasa sudah berada di titik memutuskan, tanpa benar-benar memperjuangkan apa yang menjadi perasaan Anda sesungguhnya, selamat! Anda tetap menjadi manusia paling jujur di rotasi alam semesta saya. Mungkin saya bodoh, atau mungkin ini karma tidak pernah mencintai seluruh…

Tin Dan Ketidakmungkinan

Tin Dan Ketidakmungkinan

Namanya Tin dan ia adalah manusia paling terencana yang ada di muka bumi ini. Namun setahun terakhir adalah transisi tersulit baginya. Tin menemukan sisi implusifnya begitu mendominasi. Sulit untuk menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya, namun seluruh implusivitas itu seringkali ia lakukan untuk membenarkan apa yang terdeskripsi di kepala. Kesalahan Tin hanya satu: ia tidak…

2.6

2.6

Lama surat ini keluar, tepatnya puluhan hari sejak ulang tahun ke duapuluh enam terselenggara. Saya bahkan melewatkan momen menulis untuk diri saya di umur duapuluh lima tahun. Tidak ada yang berbeda, hanya banyak hal yang kemudian saya mengerti tidak bisa dituliskan secara gamblang melalui 26 aksara huruf. Banyak perasaan yang terlalu mendalam untuk kemudian dikisahkan…