Momentum

Forgiveness

Ada kejadian yang masih tersimpan baik di memori kepala saya: Tragedi Air Asia dan Charlie Hebdo. Yes, keduanya punya latar belakang kisah yang berbeda; satu mengenai idealisme, sedangkan yang satu mengenai… well, mesin yang rusak, penerbangan yang tidak harusnya ada pada jam itu, bahkan (katanya) pemutihan. Satu pikiran berlompat dalam kepala saya ketika membaca ini: “karena kita, …

Continue Reading
Momentum

Happy New Year

Selamat bertahun 2015, pembaca, pecinta buku, pencari kebahagiaan, penikmat senja. Semoga tahun ini dipenuhi berkah, dipenuhi cinta, dipenuhi ketidakpastian yang membuat kalian belajar bahwa pasti adalah ketidakpastian. Selamat belajar mengenal diri Anda sendiri. Selamat belajar untuk tetap bertahan disatu chaos, tanpa perlu keluar dari lingkaran hidup. Sesamamu, Manusia.

Continue Reading
Momentum Stories

Penutup Tahun 2015 2.0

Desember, 22. Saya selalu percaya kepada angka 22; bahwa ada nilai ‘mistis’ yang dimiliki oleh gabungan angka 2 kembar ini. Saya menyukai 22, dan untuk beberapa life cases, angka/tanggal ini kerap berpartisipasi sebagai tanggal penting. Starbucks half price (yes, ini penting karena saya cinta kopi), tanggal pertemuan pertama dengan teman maya yang menjadi sahabat baik, …

Continue Reading
Momentum

Awal Dari Sebuah Akhir

Selamat Pagi Manusia Keras Kepala, Aku baca posting kamu, namun enggan berkomentar secara langsung. Dengan pengetahuan bahwa kamu kerap kali stalking tempat ini, aku jadi punya keyakinan bahwa cepat atau lambat, kamu tahu mengenai posting ini. Menarik karena lewat satu (dan satu-satunya) post di blog-mu, aku ternyata mampu menemukan banyak “ternyata” yang kerap terlewat ketika kita bertatap muka. Ternyata, …

Continue Reading
Momentum

Cinta Yang Tak Pernah Selesai

Untuk sekali waktu, saya belajar, hal tersulit yang saya bisa lakukan adalah berpindah hati. Kerap kali, ketika saya sudah memutuskan untuk mencinta sesuatu/seseorang, rasa itu akan terus bertumbuh sampai melekat erat, kuat, dan sulit dihilangkan. Pagi ini, membaca salah satu postingan dari Valiant Budi, dan mengingat bahwa bulan Oktober dekat dengan salah satu festival menulis …

Continue Reading
Momentum

Bahasa Lain

Kamu adalah bahasa lain yang saya pelajari lewat gerakan; sebuah emosi yang saya terka lewat gemerlap mata. Kamu mematikan seluruh indera perasa, mungkin karena takut, mungkin juga karena lelah menerka hati manusia. Kamu mungkin cicak di dinding saya, menawar kesepian yang tertanam rindu. Dan untuk sekali ini saja, saya hanya ingin bersebelahan untuk berbagi malam. …

Continue Reading