• Parafrase

    Perjalanan Rasa

    “Books are the plane, and the train, and the road. They are the destination, and the journey. They are home.” (Anna Quindlen)

    “Kemana kamu akan pergi?”

    “Rumah.”

    “Rumah? Kamu tidak seperti orang yang ingin pulang ke rumah.”

    “Maksudnya?”

    I’m not American, I’m Chinese. But I’ve been staying here (America) for ten years. This is where I belong to be. Home is a place where you feel more comfortable. Home is a place where you can be and find yourself.
    (Life Traveler, Windy Ariestanty)

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

  • Parafrase

    Pengejar Matahari

    Mereka adalah pengejar matahari. Namanya bermacam-macam, jenis kelaminnya pun bisa perempuan atau laki-laki. Mereka semua acapkali ditemukan sedang duduk-duduk di pinggir pantai, menunggu matahari yang datang atau pulang kembali ke tempatnya.

    Sayangnya mereka jarang berbicara satu sama lain. Nampaknya sepi adalah teman baik para pengejar matahari, dan mereka begitu nyaman berbagi hening.

    Di pinggir pantai, para pengejar matahari berbagi tempat dengan mereka para penikmat senja, pecinta biru laut, atau dengan mereka yang hanya duduk-duduk di pinggir pantai tanpa bisa diberi julukan.

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

  • Parafrase

    Senja

    Namanya Senja.

    Senja tidak bisa melawan seluruh ketakutan yang ada di dalam tubuh dan jiwanya, bukan karena Senja tidak ingin namun karena ketidakjelasan masih mengambang sehingga Senja merasa harus berjaga-jaga.

    Senja hanya bisa mematung.

    Seluruhnya terasa buram. Pertanyaan tanpa jawaban.

    Tidak tersisa apa-apa, selain penyesalan atas sebuah kejadian kecil di suatu taman pada sore senja itu. Senja tidak ingin mengingat detailnya, walau dia bisa mengingat sampai bagian tertidak penting dari semuanya. Tidak ada yang belum selesai, Senja hanya ingin melebur bersama dirinya tanpa bias.

    Senja memperbolehkan dirinya bertanya dengan dirinya kali ini, mengobrol tanpa henti, dan meneruskan monolog tanpa arah dan membawanya kepada sebuah kenyataan yang sesungguhnya tidak ingin ia sentuh.

    Sudah banyak yang berkata di belakang Senja bahwa ia gila. Terlalu melankolis. Terlalu berpikir melebih-lebihkan. Senja kali ini sesungguhnya tidak peduli. Ia hanya ingin berbagi dan menjadi dirinya sendiri tanpa berpikir mengenai orang lain. Senja sudah terlalu lelah berpura-pura. Dia tidak ingin menjual apapun, ke siapapun, termasuk seluruh jenis cerita atau kisah hidupnya. Ia hanya simpel ingin dimengerti tanpa kata-kata.

    Namun itu mungkin permintaan paling muluk dari seorang manusia.

    Senja kali ini berbagi dengan segelas cokelat hangat, dibawah hujan deras, di sebuah payung kecil berwarna hijau dengan Helvetica tebal berwarna putih. Senja hanya ingin merasa jelas atas semuanya sebelum melakukan keputusan paling gila yang pernah ia putuskan… keputusan yang pernah dilakukannya dahulu kala, 6 tahun yang lalu.

    Keputusan yang membawanya pada pilihan-pilihan yang sesungguhnya tidak ingin ia sentuh. Atau ingin namun belum berani ia dekati?

    Hujan turun, begitu pula dengan senja yang kini berganti dengan malam. Begitu pula dengan Senja.

    Ia jadi teringat sebuah lirik lagu dari Johnny Cash… “I only focus on the pain, the only thing that’s real …. full of broken thoughts, I cannot repair…”

    Mungkin ini semua tidak nyata, ya? Senja bertanya-tanya sambil menatap langit yang begitu gelap. Seluruh rasa sakit, seluruh rasa bahagia, seluruh tawa, seluruh tangis… mungkin mereka tidak nyata. Mungkin seperti mimpi, mereka akan mati dimakan lupa. Jadi mungkin, sepertinya, mereka tidak nyata.

    Malam datang sudah semakin naik ke atas. Senja memilih kabur. Kabur dari semuanya.

    Photo featured by here

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

  • Parafrase

    Might Be

    the night was released by the time
    and reason coming without giving you a space to think
    things that you try to keep inside by yourself finally peeled off
    the intention changed

    you like turn off your way
    and just accept the way it is

    suddenly, you asking yourself about something that you can’t broke
    “is the night armor finally coming?”
    or there is no night armor? it is just a another cliche that world created?

    you only see black and white
    but suddenly, like a paint spills into one
    you finally see the colors; blue, pink, magenta, orange

    your world not only black and white

    but the worst is when you doesn’t want to think about that;
    might be the night armor can be true.
    might be the things not always peel off.
    might be the colors are true.

    might be.

    ….

    and
    it’s all because you scared to feel hurt again
    or maybe you just don’t realize the color that finally coming into your life.

    Tangerang, 6 October 2012
    Starbucks Coffee

    Photo featured by Rezky Nugraha

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

  • Momentum,  Parafrase

    Perjalanan

    Apa yang terindah dari perjalanan seseorang? Mungkin jawabannya adalah pengalaman.

    Pengalaman yang pada akhirnya membawa seseorang berkenalan dengan kosakata ‘ubah.’ Saya percaya, perubahan adalah sebuah keadaan yang indah dan menyenangkan, ketika kita mampu melihatnya dengan mata legowo.

    Saya ingat pertama kali saya tertawa begitu lepas, tanpa beban, tanpa berpikir apa yang kira-kira akan terjadi beberapa jam lagi, beberapa hari lagi, beberapa tahun lagi. Semuanya mendadak terasa mudah dan waktu jadi teman buruk karena terlalu cepat berlalu.

    Saya ingat pertama kali mengenal yang namanya cinta. Ia datang tanpa diundang, sedikit banyak bentuknya seperti maling; hanya menclak-menclok kesana kemari tanpa memberi tahu jenis perasaan apa yang sebenarnya sedang saya rasakan, sampai pada akhirnya, seluruh buku dan how to tips articles menyatakan satu hal soal perasaan saya yakni cinta. Terlambat sudah, perasaan sudah jadi bubur, hati jadi semakin sensitif. Menjauhi bukan sebuah solusi terbaik.

    Saya ingat pertama kali bertemu kamu. Kamu dan cinta datang bersamaan, hanya dalam porsi pengenalan yang berbeda. Saya ingat sekali kita tidak berteman baik; berusaha mengenal saya pun tidak. Namun waktu berubah dan rasa mendadak samar. Yang saya tahu, kamu adalah hal terbaik yang hadir dan dicipta untuk saya.

    Tapi dari segala ingatan, yang paling saya ingat dan paling saya masih rasakan keberadaannya saat ini adalah sakit. Sakit segala macam bentuk, terlebih sakit hati. Dan kamu juga cinta dan tawa berreuni di dalam rasa sakit itu. Saya tidak pernah menyangka sakit bisa menjadi secinta ini, atau sakit bisa jadi sebahagia ini. Mungkin saya sudah gila. Atau gila adalah pertemuan lain yang diakibatkan bergumulnya seluruh rasa menjadi satu. Seperti spektrum warna.

    Lucunya, dari segala macam rasa perjalanan itu, kamu selalu ada di setiap titiknya. Tidak pernah absen sedikit pun.

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

  • Parafrase

    Mencintai Karena Ada

    aku sudah berusaha semaksimal mungkin, Kesatria
    untuk melepaskan semuamuanya dalam hidup

    semaksimal-maksimalnya

    namun yang ada hanyalah sepi
    terpanah dibalik sukma dan jiwa

    kita tahu, Kesatria

    cinta ini ada karena ada
    cinta ini hidup karena memang
    ia harus berkembang membesar
    sebelum orang lain menariknya
    keluar dari atomatom tubuh

    kita tahu, Kesatria

    kita samasama tahu

    mencintaimu karena ada
    mencintaimu bukan karena alasan
    mencintaimu karena menjadi sahabat bukanlah pilihan

    kita samasama tahu, Kesatria

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.