• Stories

    Jam Satu Dini Hari

    Saya berdiri diantara kumpulan pikiran yang memakan sel-sel otak dalam diri saya sejak beberapa jam lalu.

    Tidak ada jawaban; saya hanya menangis dan memikirkan logisme diantara kejadian nurani ini. Dia bukan siapa-siapa, dia hanya orang yang sering saya dengar namanya dari orang lain yang kebetulan berbagi nama sebagai sehabat baik. Dia juga bukan orang yang pernah berbicara apapun pada saya. Namun airmata ini tidak berhenti, bahkan menangis untuk alasan yang sendiri juga tidak tahu.

    Sesungguhnya, ketika bertanya pada Tuhan, “mengapa saya menangis?” dan untaian lagu Michael Buble mengalun, saya hanya bisa menahan nafas untuk tidak membiarkan seluruh perasaan ini melompat-lompat keluar dari diri saya.

    Dia bukan siapapun, dan saya tidak mengenal dia. Tetapi, kenapa mata itu terlihat begitu sedih? Kenapa saya seperti bisa merasakan setiap senti kesedihan yang ada di dalam dirinya? Apa karena kami menyayangi orang yang sama, atau hanya murni karena sisi melankolis saya sedang berlebihan

    Sesungguhnya, saya tidak tahu mengapa perasaan ini bisa ada. Jadi, siapapun kamu disana, berdiri untuk apapun kamu hari ini di depan saya… saya sedang mendoakan kebahagiaan untukmu.Kebahagiaan yang juga sedang saya perjuangkan untuk diri saya sendiri. Kalau ada momen dimana saya bisa mengenal kamu secara pribadi, berbicara, dan berbagi mengenai banyak hal, perkenankan saya memelukmu dan memberitahu bahwa bahagia itu indah, walau hanya satu per sekian detik.

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

  • Stories

    Manusia Sempurna

    Sebuah posting blog pada Januari, 2010 oleh Reven Putra, berjudul Manusia Sempurna.

    Gue pikir semua orang harus punya pantulan ‘human perfect’ di masing-masing diri mereka, dimana manusia sempurna itu menjadi inspirasi dalam menjalankan hidupnya. Dimana manusia sempurna itu menjadi seseorang yang memberitahu tentang dunia secara nyata.

    Gue percaya, setiap orang diberikan satu manusia sempurna versi mereka masing-masing sama Yang Diatas, karena Tuhan selalu mengirimkan sesuatu dengan caraNya sendiri.

    Walau, well.. gue tahu, manusia sempurna itu memang tidak pernah ada. Ia cuma sebuah khayalan gue, idiom dari gue, untuk mendeskripsikan seseorang yang mengenal gue dengan sangat baik, dan menginspirasi gue dengan sangat besar.

    Manusia itu bukan Tuhan. Dia hanya mendapat label manusia sempurna, tapi ia bukan Tuhan

    Dia adalah orang yang pernah ada dalam bagian hidup kita, terlalu indah untuk dikenang, terlalu menyakitkan untuk dihilangkan.

    Dia adalah seseorang yang pernah ada, seseorang yang selalu menuntun kita untuk mengeluarkan apa yang terbaik dari kita.

    Gue pernah punya satu ‘perfect human’ versi gue sendiri. Pernah, pernah, pernah punya. Namanya Mika.

    Mika adalah cewek pertama yang tahu kalau gue benci setengah mati dengan bokap yang hanya bisa kasih gue harta, tanpa bisa mengajarkan gue apa itu bahagia. Mika adalah cewek pertama –dan gue harap yang terakhir– yang tahu betapa takutnya gue dengan cicak dan kadal. Cewek pertama yang tahu kalau kepala gue pernah ada jahitan besar karena pernah terjatuh dari lantai 3 rumah saat sedang berantem besar sama bokap, dan beliau tanpa sengaja mendorong gue.

    She’s always be my first list – dan tidak pernah berubah sedetik pun sampai saat ini. Mika is too abstract to be score, too abstract to understood… Mika simply unpredictable.

    Namun sekarang semuanya sudah beda, dan gue cuma bisa bilang maaf beribu kali ke Mika.

    Tiga hari kemudian, masuk sebuah headline dan sub headline koran yang sengaja di scan dan di posting di blog yang sama:

    KECELAKAAN MOBIL DI KM 37 TOL JAKARTA – BANDUNG MEMAKAN KORBAN.
    “Tidak disangka, kecelakaan kembali terjadi di sekitaran tol Pasteur yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Korban langsung meninggal di tempat bernama Mika Senjaputri (20), dan korban patah kaki dan sekaligus pengemudi yang sekarang ada di Rumah Sakit Pasteur bernama Reven Putra (22), berasal dari Jakarta.”

    Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.