Cinta Yang Tak Pernah Selesai

Untuk sekali waktu, saya belajar, hal tersulit yang saya bisa lakukan adalah berpindah hati. Kerap kali, ketika saya sudah memutuskan untuk mencinta sesuatu/seseorang, rasa itu akan terus bertumbuh sampai melekat erat, kuat, dan sulit dihilangkan.

Pagi ini, membaca salah satu postingan dari Valiant Budi, dan mengingat bahwa bulan Oktober dekat dengan salah satu festival menulis terbesar, rasa kangen menjamah.

Saya kangen Ubud. Lagi dan lagi.

Satu keadaan yang kerap menyiksa batin, karena sesungguhnya saya dan Ubud hanya pernah berbagi jiwa selama kurang dari satu hari. Namun cinta ini tidak pernah berhenti, dan kangen bergulir hanya karena trigger kecil–untuk saat ini, posting blog.

Saya jadi teringat pembicaraan seorang teman kantor, “kangen itu mungkin mengenai cinta yang masih berjalan. Berhenti mencinta, kamu kemungkinan besar akan berhenti kangen.”

Saya menghela nafas karena tahu saya tidak bisa berhenti mencinta Ubud. Pun saya mengerti, saya adalah salah satu mahluk paling susah ‘beranjak’ dari rasa–apapun itu jenisnya.

Mungkin benar kata Ayah, “kamu itu harus be present, jadi hari ini sepenuhnya. Nikmati apa yang ada didepan mata, lakukan semua yang terbaik. Pada saatnya, mimpi dan kamu hanya sebatas genggaman tangan.”

Photo featured from here

About Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

02. October 2014 by Ribka Anastasia
Categories: Momentum | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *