Her: Cinta Dalam Bentuk Moderen

oleh: Ribka Anastasia Setiawan

Sebenarnya, sudah cukup lama saya menikmati film Her, setidaknya hampir setengah tahun yang lalu. Namun, film ini masuk ke dalam kategori cukup membekas dan sulit dilupakan. Kalau mencari pengganti love sci-fi jaman “Eternal Sunshine Of The Spotless Mind”, Her adalah versi moderen, versi kekinian. Versi lengkap dan lebih menguras airmata.

Menceritakan tentang seorang socially awkward, Theodore dan hubungannya dengan seorang wanita yang diperankan sangat seksi-apik oleh Scarlet Jo.

Her-03

Dibawa kedalam 126 menit, film besutan Spike Jonze yang juga melahirkan sebuah film menarik di tahun 2009, “Where The Wild Things Are”, Her menarik dengan cara yang… well, begitu moderen. Karena sungguh, tak ada yang lebih menegangkan daripada menyaksikan bagaimana moderenisasi membawa manusia menjadi tidak fungsional. Atau mungkin, yang membuat film ini menarik adalah prediksi Jonze mengenai modernisasi yang akhirnya menjadi simalakama.

Her-02

Tidak bisa dipungkiri, Joaquin Phoenix memerankan Theodore dengan sangat baik. Saya suka sekali melihat emosi bahagia, sedih, kecewa, jatuh cinta, awkward, serta ‘kelelaki-lelakian’ yang berhasil dirinya tunjukkan. Dengan latar (kalau saya tidak salah) New York City, seluruh emosi yang dikeluarkan nampak begitu apa adanya. Instantly in love with him!

Her-04

Share With Your Loved One:

Posted by Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *