Kecewa Itu (Sebenarnya) Tunggakan

Ini kali pertama saya merasakan kecewa tak tertahan; ingin dikeluarkan tapi tak mampu, tak ingin dikeluarkan akhirnya malah memakan sebagian emosi yang berujung tarikan nafas pada setiap waktu.

Saya jadi gatal mengutip kalimat Brad Warner:
“Disappointment is just the action of your brain readjusting itself to reality after discovering things are not the way you thought they where.”

Bahasa mudahnya: Kekecewaan adalah tindakan dari kepala kita untuk melakukan tindakan penyesuaian dengan sendirinya ketika mendapatkan sebuah keadaan berbeda dari ekspektasi alias gagal maning.

Ceritanya, di momen ini, saya seperti mengadaptasi benar makna kalimat diatas.

Bertahun saya melihat seseorang, bukan hanya fisiknya atau hidupnya, tapi nilainya. Bukan hanya dari objeksi semata namun proses pengenalan panjang. Bukan hanya raganya, tapi jiwa dan mimpinya.

Dalam satu malam, pada sebuah percakapan panjang, saya seperti ditampar petir yang tidak ada aaanya. Sampai seminggu kedepan, saya hanya disisakan kebingungan, sesekali ditambah kepala yang berputar karena kelelahan mencari-cari pembenaran dan closure.

Ini sepertinya yang dinamakan dengan kebingungan tingkat seratus miliar. Ini sepertinya rasa buah simalakama.

Tapi, sekali waktu ini saya belajar:

Kecewa itu sebenarnya adalah tunggakan yang nantinya akan terjawab oleh waktu. Manusia tak pernah bisa menutup apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu; dan disaat yang tertutup dibuka seutuhnya, tunggakan kecewa selesai masa.

Kecewa itu sebenarnya adalah tunggakan yang akan berhenti, ketika kita berani membayar lunas seluruh emosi dan kalimat “saya pikir” yang selalu berputar-putar dikepala. There is no what if, seriously.

Kecewa itu sebenarnya adalah tunggakan yang akan selesai, ketika kita belajar memberi pengertian di sebuah masa waktu dan berlegowo mengenai nilai baru seseorang. Karena yang paling stagnan dari sebuah perubahan, menurut saya, adalah perubahan itu sendiri.

Share With Your Loved One:

Posted by Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *