Manifest Mimpi

Saya lupa pernah membaca dimana, namun kalimat ini merupakan salah satu penyemangat di kala sedang ada di titik bawah:

“Your thoughts determine your feelings, your feelings determine your actions, and your actions determine your character.”

Saya adalah manusia yang hidup dari mimpi. Tidak pernah saya bayangkan harus mengerjakan sesuatu yang pada akhirnya menjauhi mimpi saya. Namun di sisi lain, saya juga percaya bahwa realita adalah teman baik semua manusia; jadi, ini adalah gabungan yang cukup kompleks yang kerap menjadikan saya bernegosiasi antara mimpi dan keadaan. Banyak yang bilang tindakan ini adalah idealis realistis.

Terbiasa memutuskan untuk jangka panjang, saya kadang suka gemas sendiri apabila menemukan atau bersinggungan dengan orang-orang yang go with the flow. No, I’m not that controlling… Karena ada hal-hal yang memang pada dasarnya tidak bisa kita kontrol dan harus go with the flow, misalnya, percintaan dan perasaan. Sadar mengenai hal itu, saya jadi sedikit controlling satu hal yang paling bisa saya control: pekerjaan, mimpi, karier.

Saya tahu setiap orang itu berbeda karakter dan respon/feedback terhadap sesuatu. Namun, tetap saja merasa gemas kalau menemukan orang-orang yang go with the flow dengan masa depan mereka. Padahal, masa depan itu tumpuan utamanya hanya di tangan masing-masing orang. Penentuan soal fleksibelitas sukses memang berbeda-beda parameternya, tetapi sukses tentu juga ada garis batas atau bottom line, dimana untuk mencapai disitu, every action count.

Papa saya pernah berkata begini ketika saya cerita mengenai patahnya sakit hati:

“Kamu boleh grieving, bersedih, menyesal–apapun mengenai ‘merasakan’, silakan lakukan karena kamu masih manusia. Tapi, satu poin yang harus diingat, semua rasa ada batasannya: sedih, senang, bahagia, putus asa.. Yang menentukan kemana “rasa” membawa kamu jadi pribadi yang belajar–dan lebih baik–adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain.”

I am writing this not because I feel superior towards “controlling feeling” or “career education”, trust me, I’m still nobody. Tetapi saya percaya, seluruh tindakan yang kalian pilih, akan menentukan kemana kalian berpijak setahun, lima tahun, sepuluh tahun, bahkan dua puluh tahun mendatang. You can’t be a success entrepreneur if you don’t build your link since young age. You can’t be a good dancer if you don’t practice. You can’t be anything, if you are nothing today. Be something–not for popularity, but for your own sake of happiness.

Karena saya percaya, nilai “something” yang kita torehkan pertama kali akan bertransformasi menjadi rencana seiring meningkatnya umur. Just keep in your mind… Seberapa besar kamu bekerja untuk menjadi “something” adalah awal mendekati bottom line kesuksesan.

Happy dreaming and plan your dream, dreamers!

xxo-07

*) ditulis dalam rangka ingin mengingatkan diri sendiri pentingnya bermimpi dan menjalani mimpi itu.
Share With Your Loved One:

Posted by Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *