Manifest Mimpi

Saya lupa pernah membaca dimana, namun kalimat ini merupakan salah satu penyemangat di kala sedang ada di titik bawah:

“Your thoughts determine your feelings, your feelings determine your actions, and your actions determine your character.”

Saya adalah manusia yang hidup dari mimpi. Tidak pernah saya bayangkan harus mengerjakan sesuatu yang pada akhirnya menjauhi mimpi saya. Namun di sisi lain, saya juga percaya bahwa realita adalah teman baik semua manusia; jadi, ini adalah gabungan yang cukup kompleks yang kerap menjadikan saya bernegosiasi antara mimpi dan keadaan. Banyak yang bilang tindakan ini adalah idealis realistis.

Terbiasa memutuskan untuk jangka panjang, saya kadang suka gemas sendiri apabila menemukan atau bersinggungan dengan orang-orang yang go with the flow. No, I’m not that controlling… Karena ada hal-hal yang memang pada dasarnya tidak bisa kita kontrol dan harus go with the flow, misalnya, percintaan dan perasaan. Sadar mengenai hal itu, saya jadi sedikit controlling satu hal yang paling bisa saya control: pekerjaan, mimpi, karier.

Continue Reading →

13. January 2015 by Ribka Anastasia
Categories: Stories | Leave a comment

Instead Of Fighting For Someone To Stay In Your Life, Let Them Leave

Why is it that we have such a hard time letting go of things that aren’t good for us?

We’ve all been there. We know something is terrible for us and we know that it will do more harm than good, but we still hold on to it. “Hold” may be too light of a term. We cling. We cling to things that will ultimately leave us worse for wear – and it’s ridiculous.

Usually, this is the case with relationships. We stay in less than stellar relationships well past the expiry date. Like spoiled milk, curdling in the fridge, these toxic relationships taint everything around them with their shittiness. Yet, we’re hesitant to get rid of them. Thus begins a vicious cycle. We allow ourselves to sacrifice time, dignity, energy and self-esteem and, in the end, we’re left looking back at the mess wondering how we allowed ourselves to become that desperate person.

Continue Reading →

05. January 2015 by Ribka Anastasia
Categories: Article | Leave a comment

Happy New Year

Happy New Year-01 Selamat bertahun 2015, pembaca, pecinta buku, pencari kebahagiaan, penikmat senja. Semoga tahun ini dipenuhi berkah, dipenuhi cinta, dipenuhi ketidakpastian yang membuat kalian belajar bahwa pasti adalah ketidakpastian. Selamat belajar mengenal diri Anda sendiri. Selamat belajar untuk tetap bertahan disatu chaos, tanpa perlu keluar dari lingkaran hidup.

Sesamamu, Manusia.

02. January 2015 by Ribka Anastasia
Categories: Momentum | Leave a comment

Penutup Tahun 2015 2.0

Desember, 22.

Saya selalu percaya kepada angka 22; bahwa ada nilai ‘mistis’ yang dimiliki oleh gabungan angka 2 kembar ini. Saya menyukai 22, dan untuk beberapa life cases, angka/tanggal ini kerap berpartisipasi sebagai tanggal penting.

Starbucks half price (yes, ini penting karena saya cinta kopi), tanggal pertemuan pertama dengan teman maya yang menjadi sahabat baik, tanggal jadian pertama dengan mantan pertama di SMP, tanggal masuk kantor pertama kali, sampai –bahkan–tanggal jadian kedua teman dekat saya, merupakan momen-momen yang dibagi di angka/tanggal 22.

Continue Reading →

24. December 2014 by Ribka Anastasia
Categories: Momentum, Stories | Leave a comment

Kontemplasi Mengenai Kontemplasi

Saya ingat, ketika pertama kali memulai pekerjaan menjadi seseorang penulis amatir–bahkan sampai saat ini–ada satu pertanyaan yang masih menggantung di kepala:

“Apa yang kamu lakukan ketika sedang di mood terbawah?”

Saya menjawab, tanpa berpikir panjang, “menulis.”

“Apa yang kamu lakukan ketika sedang bahagia?”

Saya kembali menjawab, cepat, “menulis.”

Continue Reading →

13. December 2014 by Ribka Anastasia
Categories: Stories | Leave a comment

Saya Tidak Ingin Menjadi Monster

“Saya tidak ingin menjadi monster atas diri saya sendiri.”

Pada satu titik di pagi hari, ketika sudah terlalu banyak frase ‘lelah’ keluar dari jiwa dan bibir, saya terduduk tanpa ditemani kopi pagi. Kepala ini pening, berputar seakan saya sedang dibawa berkeliling pada sebuah marry go round yang tak berkomando.

Kalimat panjang kembali berbisik, saya menghela nafas, “Saya. tidak. ingin. menjadi. monster. atas. diri. saya. sendiri.”

Untuk beberapa saat, seperti satu rentetean kejadian, saya teringat perasaan ketika duduk di dalam rumah tidak memberikan saya kenikmatan batin, dimana saya lebih memilih bersandar pada satu area di sudut coffee shop dengan para barista yang hanya saya kenal sebatas nama.

Continue Reading →

22. November 2014 by Ribka Anastasia
Categories: Stories | Tags: | Leave a comment

← Older posts

Newer posts →