Satu Kali Lagi Mengenai Manusia

Buat saya, manusia adalah mahluk hidup yang paling kompleks. Ini fakta, dengan bukti yang tidak perlu terlampir karena saya percaya, hampir seluruh manusia lain mengakui konsep ini.

Mempelajari manusia adalah hal tersulit yang pernah dilakukan manusia lain. Namun kadangkala, berbasis rasa cinta, mereka rela melakukan hal-hal (yang menurut mereka) untuk mempelajari manusia. Belasan tahun saya percaya, menjalani hidup paling baik adalah dengan mempelajari manusia sedalam-dalamnya.

Hari ini, saya belajar bahwa konsep ini tidak sepenuhnya benar.

“Most things will be okay eventually, but not everything will be. Sometimes you’ll put up a good fight and lose. Sometimes you’ll hold on really hard and realize there is no choice but to let go. Acceptance is a small, quite room.”

Tahun lalu, saya temukan quote itu di deretan post Pinterest. Saya save di komputer dan ponsel, tanpa bisa mengerti benar-benar maknanya. Yes, saya tahu bahwa ada waktu untuk melepas sesuatu yang begitu kuat mengikat kita. Yes, saya mengerti konsep good fight dan mengalah dengan ego. Tapi ada satu bagian di akhir quote yang kurang saya mengerti: acceptance is a small, quite room.

Sebelumnya, mari kita ingat tahun-tahun ketika kita duduk di bangku Sekolah Dasar, tentang bagaimana kita pertama kali mengenal konsep ‘belajar.’ Dari masa anak-anak, belajar adalah mengerti sedalam-dalamnya, kemudian menerapkannya sesuai konsep yang kita terima dan cerna. Mungkin dari situ, konsep “mempelajari manusia” jadi sesuatu yang salah kaprah.

Setidaknya, di dalam kepala saya.

Kisah ini dimulai ketika saya menjejakan diri di dunia pekerjaan secara full time. Sedari dulu bekerja sebagai freelancer, saya tahu sekali konsekuensi yang dialami ketika bekerja full time. Tetapi saya tidak menyangka, salah satu konsekuensi yang harus diambil adalah waktu.

Bekerja penuh waktu memperkenalkan saya dengan konsep quality over quantity. Saya tidak bisa lagi hangout di malam hari dan berharap masih fresh di pagi hari; Sabtu jadi hari yang full bagi saya untuk dibagi antara keluarga, sahabat, dan diri sendiri–bahkan kadang-kadang pekerjaan, sehingga yang bisa saya lakukan adalah jump in tanpa plan. Bisa pergi dengan teman? Go ahead. Bisa kerjain deadline sampai subuh? Go ahead. Namun, untuk apapun yang saya lakukan, hati ini selalu 100% ada di setiap kegiatan.

Disinilah proses “mempelajari manusia” menghantam saya sampai babak-belur.

Merasa mengenal seseorang yang sudah bersama-sama sejak bangku Sekolah Menengah Atas, ada banyak hal yang terjadi…. over our intention and self confident about know each other well. Tidak bisa dipungkiri, kemudian ada banyak pertengkaran berdasarkan asumsi; asumsi waktu, asumsi perkataan, dan lain sebagainya.

Perlu waktu bagi saya mengerti makna mempelajari manusia sesungguhnya.

Acceptance is a small, quite room. Itu kuncinya, setidaknya buat saya.

Mengerti bahwa manusia adalah mahluk hidup yang kompleks. Mengerti bahwa mereka memiliki prioritas yang beralaskan untuk dijadikan top 3 lists (dimana mungkin, bukan kita salah satunya). Mengerti bahwa seluruh ucapan buruk yang keluar memiliki alasan.

Underline: belajar mengerti dan memahami tanpa memerlukan alasan.

Percayalah, sebagai sesama manusia, hidup ini sudah terlalu keras tanpa perlu ditambah dengan intensi sengaja menyakiti sesama manusia. Percayalah, sebagai sesama manusia, seluruh tindakan yang dipilih, pada akhirnya menghasilkan konsekuensi. Memahami dan percaya.

Mengerti dalam diam. Mendukung seluruh keputusan dan tindakan manusia lain tanpa intensi untuk dibalas perlakuan baiknya. You did good to other human because you want to and not because you expect something. Menerima bahwa kadang-kadang, sebaik apapun kita, ada hal yang tidak bisa dipaksakan terjadi.

Acceptance is a small, quite room.

 

1:49 PM
Synergy Building

Share With Your Loved One:

Posted by Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *