Stories

Satu November Dua Ribu Dua Belas

Banyak hal terakumulasi di dalam pikiran saya saat ini. Banyak hal yang sudah pernah terucap dan dipikirkan, atau belum terucap namun sudah dipikirkan. Banyak kemungkinan atau probabilitas yang berputar-putar dikepala ini. Dan saya sesungguhnya benci dengan keadaan seperti ini.

Keadaan dimana saya mendengar seluruh yang dikatakan oleh orang lain tanpa mengetahui apa yang sebenarnya saya inginkan. Tanpa mengerti apa yang sesungguhnya hati dan pikiran saya inginkan dengan sistem win win solution.

Seseorang pernah berkata kepada saya: “Jangan pernah terlalu keras dengan diri sendiri.”

Masalahnya, apabila kita tidak keras dengan diri sendiri, apakah keadaan akan berjalan sesuai dengan keharusannya? Apabila kita belajar menikmati semuanya hanya demi tidak ingin melewati banyak momen bahagia dalam kehidupan yang cuma sekali ini; apakah hal itu disebut benar-benar “menikmati”?

Banyak pertanyaan yang sedari dulu berkeliling-keliling di kepala saya, meminta, cenderung berteriak-teriak ingin dikeluarkan agar tidak menganggu kewarasan berpikir. Masalahnya, tidak bisa semudah itu. Banyak pertanyaan “ada apa?” atau “kamu kenapa?” atau “apa yang salah?” yang sebenarnya hanya mampu dijawab dengan “tidak apa-apa”, bukan karena tidak ingin berbagi, namun karena ketidakmampuan seseorang memverbalkan perasaannya.

Saya ingin menganggap semuanya selesai …. Tapi mengapa rasanya sulit sekali. Rasa sakit yang terendam selama bertahun-tahun dan tidak pernah dibicarakan secara verbal itu tidak bisa diberhentikan secepat ini. Walau ingin. Ingin rasanya benar-benar keluar dari ketidakmampuan berlari dari masa lalu ini.

Sulit, tapi ingin.

Boleh tidak saya bertransformasi menjadi Catwoman saja?

Share With Your Loved One:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.