Kepastian Cinta Dalam The Judge

oleh: Ribka Anastasia Setiawan

Buat saya yang cukup aktif mengikuti perjalanan film Robert Downey Jr., The Judge adalah salah satu yang paling emosional. Tidak ada perubahan karakter dalam diri Hank Palmer yang diperankan oleh Downey–masih sangat slengekan dan menyebalkan–tetapi dalam porsi emosional tingkat tinggi.

Judge-02

Kisah dimulai dengan perbincangan Downey dan rival kerjanya dalam sebuah toilet umum pengadilan. Dalam film ini, Downey diceritakan sebagai pengacara yang terkenal sukses membela koruptor, white-collar crime, serta orang-orang kaya yang statusnya bersalah.

Mike Kattan: “And how does it feel, Hank? Knowing that every client you represent is guilty?”
Hank Palmer: “It’s fine. Innocent people can’t afford me.”

Perjalanan film The Judge baru dimulai ketika Downey mendapat kabar bahwa sang Ibu meninggal dunia. Seluruh kekuatan meluruh. Pada momen ini, Downey mulai menampaknya sisi laki-laki emosional dalam porsi yang (masih) acceptable. Emosi ini terus berkembang dan nampak semakin jelas-menguat ketika Downey mengetahui sang Ayah terkena tuduhan pembunuhan, tidak jauh berbeda dari hari kematian sang Ibu.

Hubungan yang tidak begitu baik dengan sang Ayah, status Ayahnya yang merupakan judge terkenal di kota Carlinville, Indiana, serta keadaan emosional keduanya sepeninggalan sang Ibu/Istri membuat Downey dan sang Ayah (Robert Duvall) habis daya untuk saling bahu-membahu.

Melihat probabilitas keduanya, dalam rana realistis, punya potensial secara edukasi dan sosial untuk mudah keluar dari masalah yang ada, plot film sukses membuat imej “emotional over logical” antar Downey & Duvall.

Judge-03

Terbaik menurut saya adalah adegan kurang dari satu menit dengan efek dramatis yang dimainkan sangat baik oleh Downey, yakni menangis. Yes, he cries like hell, namun tetap mencirikan laki-laki yang mengkarakterkan diri mereka kuat. Saya terpesona. Ini kali pertama melihat Downey bisa sebegitu emosional, tanpa mengurangi ke-Downey-an yang menjadi ciri khasnya.

Judge-04

Satu hal menarik dari The Judge, setidaknya menurut saya, dengan menambahkan karakter “Ayah” kepada Downey, film ini seperti sebuah real circle of life yang begitu bijaksana. Downey punya isu dengan Ayahnya, membuat ia belajar menjadi Ayah yang baik untuk putrinya. Moral of the story: Seberapa bencinya seseorang terhadap orang tuanya, kemudian membeku karena jarak tinggal, rasa adalah satu-satunya memori–yang menguatkan atau menghempaskan. Overall, again, in my opinion, its Downey best character.

Share With Your Loved One:

Posted by Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *