Jogjakarta

Saya pernah berkata bahwa saya meninggalkan sebagian hati saya di Bali dalam post ini. Kali ini dengan hati-hati namun percaya diri saya katakan bahwa saya kembali meninggalkan setengah hati saya di Jogjakarta.

Perkenalan dengan Jogja selama 3 hari 2 malam meninggalkan kesan yang sangat membekas di hati dan pikiran. Lewat sebuah mata kuliah bernama Tugas Akhir, membawa segudang tanggung jawab berbentuk riset, saya sendirian ke Jogja. Persiapan pergi yang hanya memiliki tengat waktu satu hari ini menjadi trip pertama saya sendiri, menggunakan pesawat sendiri, dan semuanya serba sendiri.

Anehnya, hanya rasa damai yang cenderung memenuhi sukma. Tidak ada rasa takut.

Membekal riset yang harus dihabiskan sebelum pulang, saya habiskan hari pertama dan kedua dengan pergi ke tempat-tempat yang menjadi tujuan riset saya. Menjelang malam di hari kedua, barulah saya bisa menikmati Jogja dengan warna yang lebih berbeda. Pun berkeliling (sebagian) tempat-tempat di Jogja dengan motor akhirnya saya alami sendiri.

Ternyata, Jogja begitu indah saat hujan, saat malam hari, saat pagi hari. Jogjakarta punya warnanya sendiri.

Sebuah perjalanan yang cantik dan penuh warna, walau waktu yang ada terasa begitu singkat. Namun tidak apa-apa. Bukan soal waktu, tapi soal rasa yang tertinggal… dan saya merasa cukup dengan itu semua.

Share With Your Loved One:

Posted by Ribka Anastasia

Ribka Anastasia Setiawan. Virgo. Have an affair with words and life. Full-time writer, part-time journalist, amateur copywriter, personal blogger. In love with life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *